Skip to main content

2020

Saya nggak menyangka 2020 akan seberat itu.
Banyak rencana-rencana yang ingin saya lakukan terancam tidak bisa terealisasi di tahun ini.
Ada juga kehilangan (lagi) yang harus saya rasakan di tahun ini.
Setelah tahun lalu saya harus merelakan seseorang yang sudah menemani saya selama 3 tahun untuk memilih jalan hidup yang lain, tahun 2020 ini saya harus merelakan kakek saya yang harus kembali ke rumah Tuhan.
Ditambah karena pandemi ini, saya jadi tidak bisa mengantar sampai ke tempat terakhirnya.
It really sucks you know.
To be honest, letting go is one of my weaknesses hahahaha.

Gara-gara Covid-19 ini sudah 3 bulan saya nggak pulang ke rumah.
Padahal biasanya juga sebulan sekali saya pasti pulang ke rumah.
Paskah bulan April lalu pun harus saya lewati sendirian dan hanya bisa mengikuti Tri Hari Suci secara live streaming.
Ini semua baru untuk saya.
Yang biasanya Paskah dan Lebaran saya habiskan bersama dengan keluarga, kali ini harus saya habiskan sendirian. Di kamar kos yang sempit. Dan hanya berteman buku.
Tapi, terima kasih teknologi karena sekarang ada video call dan sejenisnya.
Saya jadi nggak merasa terlalu kesepian.
Terkadang saya suka menangis dan sedih kangen rumah.
Tapi saya ingat kalau nggak cuman saya yang harus jauh dari rumah. Masih banyak yang merantau dan harus jauh dari rumah.
Itulah kenapa saya jadi merasa harus kuat karena ternyata saya nggak sendirian.
Anehnya belakangan ini saya jadi cengeng banget. Dikit-dikit nangis. Lagi rosario bisa nangis sesenggukan. Lagi nonton drakor bisa nangis sampai lama banget.
Aneh memang.

Udah ah segini, dulu. Tadi aja saya ngetik ini sambil agak berkaca-kaca. Sedikit tapi hehe.

Semoga pandemi ini bisa cepat selesai. Saya sudah kangen rumah dan keluarga saya nih soalnya :")

Comments