Skip to main content

Posts

What I'm Looking For

Di umur yang mau masuk usia 27 tahun ini, i just wondering what kind of company that i need... Sifat-sifat apa yang aku pengen buat jadi pendampingku nanti nonetheless i need to fix my habit and character first to get someone that i really need. I want to feel complete first before i found the right one. Lebih dari setahun ini i'm into KPOP and stan for some boygroups (SVT and BTS). Tentu saja, aku punya bias dong di boygroup itu hehehehe. Biasanya yang jadi bias itu sosok yang paling mirip sama kita atau yang punya sifat dan karakter yang kita pengenin buat jadi pacar kita ga sih hahaha Btw nih ya, biasku di BTS itu Seokjin, Taehyung, sama Hobi sedangkan yang di SVT itu Dokyeom, Wonwoo, sama Shua (Shua ini baru dilirik akhir-akhir ini sih hahahah). 1. Kim Seokjin     He's my first bias in BTS! Bener-bener awal banget aku suka BTS dan Seokjin ini yang bikin waaaa ganteng amat mas hahaha terus sempet oleng ke mana-mana dulu baru akhirnya balik lagi ke Seokjin....
Recent posts

Lee Seokmin

Dia yang ada di atas panggung sana. Aku yang ada di bawah sebagai penikmat suaranya. Dunia kita berdua sungguh berbeda, bagaikan langit dan bumi. Aku tahu dia ada sedangkan dia tahu aku hidup pun enggak. Lucu ya. Aku di antara jutaan manusia yang mengagumi dia. Rasanya beberapa lama ini aku agak terobsesi sama kamu deh. Setiap lihat kamu rasanya hangat. Setiap lihat kamu senyum rasanya jadi pengen ikutan senyum juga. Lihat video kamu yang mau nangis karena harus pisah sama kami pun bikin hatiku sakit. Rasanya kayak aku nggak pengen kamu sedih, nggak pengen bikin kamu sakit. Tapi apa dayaku kan. Hehehe. Seokmin, aku cuma berharap semoga kamu bahagia selalu ya. Terima kasih sudah jadi sumber kebahagiaanku. Terima kasih sudah jadi cahayaku. Semoga aku juga bisa seterang kamu ya, bisa mencapai apa yang aku inginkan. Seperti kamu yang bisa menggapai cita-citamu jadi penyanyi kayak sekarang ini. Sering-sering main ke mimpiku ya soalnya lihat kamu di instagram atau video singkat bener-bener b...

Dia.

Awalnya nggak nyangka aja kalau bakal jatuh hati sama dia. Seseorang yang lebih muda dua tahun dari aku dan bukan tipeku banget buat jadi yang terfavorit. Tapi semakin kenal, ternyata dia yang paling memikat hati. Dia, yang punya hidung paling indah yang pernah aku lihat. Dia, yang punya suara tawa terenyah dan membuat orang-orang di sekitarnya jadi ikut tertawa. Dia, yang bagaikan matahari membuat orang di sekitarnya jadi cerah. Dia, yang perhatian dengan lingkungan sekitarnya. Dia, dengan ide-ide konyol tapi kreatif. Dia, dengan celetukan nyelenehnya yang bisa membangkitkan suasana. Dia, dengan suara indahnya yang bikin hatiku tenang. Dia, dan permainan gitarnya. Dia, yang jago masak. Dia, dengan leluconnya. Dia, dengan muka polosnya. Dia, dibalik sifat ekspresifnya tapi bisa selembut itu sama orang-orang yang dia sayangi. Dia, dengan segala kecerobohannya. Dia, yang takut sama serangga tapi sok berani di depan adik-adiknya. Dia, dan sifat kekanakannya yang sering muncul. Dia, dan si...

Grateful You're Mine

  Have I ever told you lately, I'm grateful you're mine - Nothing, Bruno Major. Pagar hitam rumah itu sudah terbuka lebar mempersilahkan aku dan mobilku untuk masuk ke halaman rumah. Seseorang dengan sweater abu-abu berdiri di teras rumah sambil tersenyum lebar. Senyuman yang aku rindukan karena sudah empat bulan kami tidak bertemu secara langsung karena tuntutan pekerjaannya. Senyuman terhangat yang selalu menyambutku setiap kali aku pulang ke rumah. Menuju dia. Tanpa basa-basi, dia pun langsung memelukku dengan erat saat aku keluar dari mobil. Bau parfum itu. Bau yang selalu jadi favoritku selama tiga tahun terakhir, yang selalu mengingatkanku tentang dia. "I've missed you, really," kata dia. "So am I, Mas," balasku sambil menatap matanya. "Hari ini nggak usah ke mana-mana aja kali ya? Kamu kan baru sampai rumah, pasti capek banget. Istirahat aja ya hari ini. Tapi bantuin aku bawain belanjaan di belakang dong, tadi aku belanja dulu soalnya p...